Apa Urutan Kemampuan Berbahasa?
Apa urutan kemampuan berbahasa yang sebaiknya dipelajari ketika mulai belajar bahasa baru? Secara umum, kemampuan berbahasa dapat dikembangkan melalui empat keterampilan utama, yaitu listening, speaking, reading, dan writing.
Urutan tersebut sering digunakan sebagai gambaran proses belajar bahasa karena seseorang biasanya terlebih dahulu mendengar bahasa yang digunakan di sekitarnya sebelum mencoba mengucapkannya. Setelah itu, kemampuan memahami bahasa melalui tulisan dan menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan dapat dikembangkan lebih lanjut.
Meski demikian, keempat keterampilan tersebut tidak harus dipelajari secara kaku. Dalam praktiknya, listening, speaking, reading, dan writing dapat dilatih secara bersamaan.
Apa Urutan Kemampuan Berbahasa?
Secara sederhana, urutan kemampuan berbahasa yang umum dipelajari adalah:
- Listening atau mendengarkan
- Speaking atau berbicara
- Reading atau membaca
- Writing atau menulis
Keempatnya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kemampuan menerima informasi dan kemampuan menghasilkan bahasa.
Listening dan reading termasuk receptive skills karena digunakan untuk memahami informasi. Sementara itu, speaking dan writing termasuk productive skills karena digunakan untuk menghasilkan atau menyampaikan bahasa.
1. Listening: Memahami Bahasa yang Didengar
Listening menjadi salah satu kemampuan awal yang penting dalam proses belajar bahasa. Melalui listening, seseorang mulai mengenali bunyi, kata, intonasi, dan pola kalimat.
Contohnya, ketika belajar bahasa Inggris, pemula dapat terlebih dahulu mendengarkan ungkapan seperti:
“How are you?”
Setelah sering mendengarnya, seseorang mulai memahami arti dan situasi penggunaan ungkapan tersebut.
Cara Melatih Listening
Listening dapat dilatih melalui:
- Podcast.
- Lagu.
- Film.
- Video pembelajaran.
- Percakapan sehari-hari.
- Audio untuk pemula.
Pilih materi yang sesuai dengan level agar proses belajar tidak terasa terlalu sulit.
2. Speaking: Mulai Menggunakan Bahasa
Setelah sering mendengar bahasa yang dipelajari, tahap berikutnya adalah mencoba menggunakannya melalui speaking.
Pada tahap ini, pemula mulai mengucapkan kata, membuat kalimat, dan melakukan percakapan sederhana.
Contohnya:
“My name is Rina.”
Tidak perlu menunggu sampai grammar sempurna untuk mulai berbicara. Kesalahan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi agar kemampuan semakin berkembang.
Cara Melatih Speaking
Beberapa latihan yang dapat dilakukan yaitu:
- Memperkenalkan diri.
- Membaca kalimat dengan suara keras.
- Berlatih conversation.
- Menirukan native speaker.
- Berbicara dengan teman.
- Mengikuti kelas speaking.
Semakin sering bahasa digunakan, semakin terbiasa seseorang menggunakannya dalam komunikasi.
3. Reading: Memahami Bahasa dalam Bentuk Tulisan
Reading menjadi kemampuan penting ketika seseorang sudah mulai mengenali kosakata dan struktur bahasa.
Melalui reading, Anda dapat memahami informasi yang disampaikan dalam bentuk tulisan. Materinya dapat dimulai dari teks sederhana kemudian berkembang menjadi artikel, buku, atau materi akademik.
Reading juga dapat membantu memperluas vocabulary.
Cara Melatih Reading
Mulailah dengan bahan bacaan sederhana seperti:
- Dialog pendek.
- Cerita anak.
- Artikel ringan.
- Deskripsi benda atau tempat.
- Berita sederhana.
Catat kata yang belum diketahui dan pelajari kembali setelah selesai membaca.
4. Writing: Menyampaikan Informasi Secara Tertulis
Writing merupakan kemampuan menghasilkan bahasa dalam bentuk tulisan. Dibandingkan speaking, writing biasanya membutuhkan perhatian lebih besar terhadap grammar, spelling, punctuation, dan struktur kalimat.
Pemula dapat memulainya dengan menulis kalimat pendek.
Contoh:
“I live in Jakarta.”
Setelah terbiasa, latihan dapat dikembangkan menjadi paragraf, email, cerita, laporan, hingga esai.
Cara Melatih Writing
Beberapa latihan yang dapat dilakukan:
- Menulis jurnal harian.
- Membuat deskripsi diri.
- Menulis pesan sederhana.
- Membuat rangkuman.
- Menulis cerita pendek.
- Menulis email dalam bahasa yang dipelajari.
Mengapa Listening Biasanya Dipelajari Terlebih Dahulu?
Listening sering ditempatkan di awal karena manusia memperoleh banyak paparan bahasa melalui pendengaran.
Anak-anak, misalnya, mendengar bahasa dari orang di sekitarnya sebelum mampu mengucapkan kata dan kalimat. Proses tersebut kemudian berkembang menjadi kemampuan berkomunikasi.
Namun, bukan berarti orang dewasa harus menyelesaikan listening sepenuhnya sebelum belajar speaking. Kedua keterampilan tersebut justru dapat dilatih secara bersamaan.
Apakah Urutan Kemampuan Berbahasa Harus Selalu Sama?
Tidak. Urutan kemampuan berbahasa dapat disesuaikan dengan tujuan belajar.
Jika seseorang ingin bekerja di lingkungan internasional, speaking dan listening mungkin menjadi prioritas. Sementara itu, mahasiswa dapat membutuhkan reading dan writing lebih banyak untuk memahami jurnal atau membuat tugas akademik.
Contohnya:
| Tujuan | Kemampuan yang Dapat Diprioritaskan |
|---|---|
| Percakapan sehari-hari | Listening & Speaking |
| Kuliah | Reading & Writing |
| Wawancara kerja | Listening & Speaking |
| Menulis akademik | Reading & Writing |
| Menonton film tanpa subtitle | Listening |
| Presentasi | Speaking |
Karena itu, urutan belajar dapat dibuat fleksibel sesuai kebutuhan.
Cara Belajar 4 Kemampuan Secara Bersamaan
Daripada mempelajari setiap kemampuan secara terpisah, Anda dapat menggabungkannya dalam satu aktivitas.
Misalnya, ketika menonton video bahasa Inggris:
Listening: dengarkan percakapannya.
Reading: baca subtitle bahasa Inggris.
Speaking: tirukan kalimat yang diucapkan.
Writing: catat kosakata baru dan buat contoh kalimat.
Metode seperti ini membuat satu aktivitas dapat digunakan untuk melatih beberapa kemampuan sekaligus.
Berapa Lama untuk Menguasai Kemampuan Berbahasa?
Tidak ada durasi yang sama bagi setiap orang. Perkembangan dipengaruhi oleh kemampuan awal, frekuensi belajar, metode pembelajaran, tujuan, dan seberapa sering bahasa digunakan.
Belajar secara rutin biasanya lebih efektif dibandingkan belajar dalam waktu lama tetapi hanya sesekali.
Anda dapat membuat jadwal sederhana, misalnya 30–60 menit setiap hari untuk latihan bahasa.
Belajar Kemampuan Bahasa Bersama HitaClass
Jika ingin mengembangkan kemampuan bahasa secara lebih terarah, mengikuti kursus dapat menjadi pilihan. HitaClassmenyediakan program pembelajaran bahasa Inggris yang mencakup berbagai keterampilan, seperti listening, speaking, reading, writing, grammar, vocabulary, dan conversation.
Peserta dapat memilih pembelajaran online maupun tatap muka sesuai kebutuhan dan jadwal.
Internal Link HitaClass
- Website: https://hitaclass.com/
- Program Kursus Bahasa: https://hitaclass.com/kursus-bahasa-hitaclass/
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa urutan kemampuan berbahasa?
Urutan yang umum digunakan adalah listening, speaking, reading, kemudian writing.
Mana yang dipelajari terlebih dahulu, speaking atau writing?
Untuk pembelajaran bahasa secara umum, speaking biasanya diperkenalkan sebelum writing. Namun, keduanya dapat dipelajari secara bersamaan.
Apakah listening dan reading termasuk kemampuan menerima bahasa?
Ya. Listening dan reading disebut receptive skills karena digunakan untuk memahami informasi.
Apa yang dimaksud productive skills?
Productive skills adalah kemampuan menghasilkan bahasa, yaitu speaking dan writing.
Jadi, apa urutan kemampuan berbahasa? Secara umum, kemampuan tersebut dapat dipelajari melalui listening → speaking → reading → writing.
Listening dan reading membantu seseorang menerima informasi, sedangkan speaking dan writing digunakan untuk menyampaikan informasi. Meskipun memiliki urutan umum, proses belajar tidak harus kaku.
Yang paling penting adalah melatih keempat kemampuan secara konsisten dan menyesuaikan fokus dengan tujuan belajar. Dengan latihan yang seimbang, kemampuan memahami dan menggunakan bahasa akan berkembang secara lebih menyeluruh.
