You are currently viewing Apa Itu Storytelling Ads? Strategi Iklan yang Menjual Tanpa Terasa
Apa Itu Storytelling Ads?

Apa Itu Storytelling Ads? Strategi Iklan yang Menjual Tanpa Terasa

Apa Itu Storytelling Ads? Strategi Iklan yang Menjual Tanpa Terasa

Apa Itu Storytelling Ads?
Apa Itu Storytelling Ads?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di tengah banjirnya iklan di media sosial, banyak orang yang lewat begitu saja tanpa benar-benar memperhatikan isi iklan. Lalu, bagaimana caranya agar iklan kamu bisa menarik perhatian, membangun emosi, bahkan mendorong orang membeli?

Jawabannya adalah: Storytelling Ads.

Tapi sebenarnya, apa itu storytelling ads? Dan kenapa teknik ini semakin banyak digunakan oleh brand dan digital marketer?

Pengertian Storytelling Ads

Storytelling ads adalah jenis iklan yang menggunakan cerita (story) sebagai inti dari pesan yang disampaikan. Alih-alih langsung menjual produk atau jasa, iklan ini membangun narasi yang menggugah emosi, menciptakan koneksi personal, lalu perlahan mengarahkan audiens untuk melakukan aksi (seperti membeli atau mendaftar).

Ciri utama storytelling ads:

  • Ada alur cerita (awal, konflik, solusi)
  • Mengandung emosi (bahagia, haru, penasaran, nostalgia)
  • Menampilkan karakter atau tokoh relatable
  • Diakhiri dengan pesan brand atau CTA (call to action)

Contoh Storytelling Ads

1.Video Iklan Tokopedia – “Selalu Ada Jalan”

Menceritakan perjuangan ibu rumah tangga yang membangun bisnis dari rumah.

2.Iklan Thailand – “My Dad is a Liar”

Mengangkat kisah ayah dan anak dengan twist emosional, lalu dikaitkan dengan produk asuransi.

3.Iklan Skincare

 Cerita tentang perempuan yang kehilangan rasa percaya diri karena jerawat, lalu menemukan solusi lewat                    produk  skincare tertentu.

Mengapa Storytelling Ads Efektif?

Membangun hubungan emosional

Orang tidak selalu ingat produk, tapi mereka ingat cerita yang menyentuh hati.

Lebih sulit di-skip atau di-swipe

Cerita membuat orang penasaran dan bertahan menonton hingga akhir.

Meningkatkan engagement & shareability

Iklan yang punya cerita menyentuh lebih sering dibagikan ke orang lain.

Menjual tanpa terasa “jualan”

Audiens tidak merasa dipaksa membeli karena fokus utamanya adalah cerita, bukan promosi langsung.

Baca Juga; Bagaimana Cara Menaikkan Penjualan?

Struktur Storytelling Ads yang Efektif

Berikut struktur sederhana yang bisa kamu ikuti saat membuat storytelling ads:

1.Hook / Pembuka Menarik

Mulai dengan adegan atau dialog yang bikin orang penasaran.

2.Konflik / Masalah Utama

Ceritakan tantangan atau kesulitan tokoh dalam iklan.

3.Solusi / Klimaks

Perlihatkan bagaimana tokoh menemukan solusi — inilah momen produk atau layanan kamu muncul.

4.Call to Action (CTA)

Ajak audiens untuk beli, daftar, atau klik link dengan cara yang natural.

 

Platform yang Cocok untuk Storytelling Ads

  • Instagram & Facebook (Video/Carousel/Reels)
  • YouTube Ads (Skippable/Non-Skippable)
  • TikTok Ads (In-Feed / Story-style)
  • Website landing page / advertorial blog

Tips Membuat Storytelling Ads yang Menjual

Gunakan karakter yang mirip dengan target audiens kamu

Bangun cerita yang relatable & jujur

Jangan terlalu hard selling – biarkan cerita yang berbicara

Gunakan visual & musik pendukung yang memperkuat emosi

Pastikan pesan brand muncul secara halus tapi kuat

 

Belajar Storytelling Ads di Hitaclass

Di kelas Digital Marketing & Copywriting dari Hitaclass, kamu akan belajar langsung:

* Cara menulis skrip storytelling iklan

* Teknik membuat video storytelling yang engaging

* Strategi storytelling untuk brand kecil & UMKM

* Latihan membuat storytelling ads untuk berbagai platform

 

Daftar via WhatsApp: 0821-1017-9180

Kunjungi: [https://hitaclass.com](https://hitaclass.com)

Instagram: [@hitaclassofficial](https://instagram.com/hitaclassofficial)

TikTok: [@hitaclassjogja](https://tiktok.com/@hitaclassjogja)

 

Kesimpulan

Apa itu storytelling ads?

Storytelling ads adalah jenis iklan yang membangun cerita untuk menarik perhatian, menyentuh emosi, dan menyampaikan pesan brand secara halus namun kuat. Teknik ini sangat efektif di era digital saat audiens sudah terlalu jenuh dengan iklan yang langsung jualan.

Dengan storytelling yang tepat, iklan kamu bukan hanya dilihat — tapi juga diingat.

Leave a Reply